LEBIH DARI
SEKADAR SALAD
Gado-gado adalah salah satu hidangan paling ikonik dari Jakarta. Meski kerap disalahartikan sebagai salad ala Indonesia, gado-gado memiliki karakter yang jauh lebih kompleks — sebuah simbol kecerdasan kuliner Betawi dalam meramu bahan-bahan sederhana menjadi sajian yang memukau.
Inti dari gado-gado terletak pada bumbu kacang yang diulek halus dari kacang tanah pilihan, dicampur cabai merah, gula merah, air asam, dan garam. Bumbu inilah yang menjadi jiwa dari setiap porsi gado-gado, membedakannya dari pecel atau karedok yang juga menggunakan bumbu kacang namun dengan tekstur dan rasa yang berbeda.
Kata "gado-gado" sendiri berasal dari bahasa Betawi yang berarti "campur aduk", menggambarkan proses penyajian di mana sayuran, lontong, tahu, tempe, dan telur dicampur dengan bumbu kacang di atas piring.
APA SAJA
DI DALAMNYA
Sayuran Rebus
Kol, kacang panjang, tauge, kangkung, bayam, dan kentang yang direbus sempurna — tidak terlalu layu, tetap renyah.
Bumbu Kacang
Kacang tanah diulek dengan cabai merah, bawang putih, gula merah, air asam jawa, dan garam — kental, gurih, sedikit manis pedas.
Lontong
Nasi yang dibungkus daun pisang dan dikukus hingga padat. Berfungsi sebagai karbohidrat utama, menyerap bumbu kacang dengan sempurna.
Tahu & Tempe
Tahu goreng dan tempe goreng yang renyah di luar, lembut di dalam. Sumber protein nabati yang melengkapi gizi hidangan.
Telur Rebus
Telur ayam rebus setengah matang hingga matang sempurna, dibelah dua, menjadi pelengkap protein hewani yang klasik.
Kerupuk & Emping
Kerupuk merah atau emping melinjo yang garing memberikan kontras tekstur renyah yang tidak bisa digantikan.
SEJARAH
GADO-GADO
Asal-usul gado-gado tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Betawi di Batavia pada masa kolonial Belanda. Hidangan ini lahir dari kecerdasan penduduk lokal dalam memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di pasar tradisional dengan harga terjangkau.
Pada awalnya, gado-gado dijual oleh para pedagang keliling menggunakan pikulan atau gerobak dorong. Mereka membawa perlengkapan lengkap: sayuran yang sudah direbus, bumbu kacang dalam kendi, lontong, tahu tempe goreng, dan kerupuk. Para penjual ini dikenal dengan julukan "mak gado-gado" dan menjadi pemandangan sehari-hari di kampung-kampung Betawi.
Seiring waktu, gado-gado mulai mendapat pengakuan luas. Pada era 1960-an, gado-gado Bonbin di dekat Kebun Binatang Ragunan dan gado-gado Cikini menjadi legenda. Hingga kini, gado-gado telah melampaui batas Jakarta — dikenal di seluruh Indonesia dan bahkan masuk dalam daftar hidangan terenak di dunia versi berbagai media internasional.
GARIS WAKTU
Pertama kali muncul di kampung-kampung Betawi Batavia sebagai hidangan rakyat.
Gado-gado Bonbin dan Cikini menjadi legenda, menarik perhatian seluruh Jakarta.
Mulai dijual di restoran-restoran, naik kelas dari street food ke sajian formal.
Dikenal global, diakui sebagai salah satu hidangan terbaik Indonesia oleh CNN dan TasteAtlas.
GADO-GADO BUKAN
PECEL ATAU KAREdok
GADO-GADO
- ✓ Sayuran direbus
- ✓ Bumbu kacang kental, dimasak
- ✓ Pakai lontong, tahu, tempe, telur
- ✓ Disiram bumbu, diblender/diulek halus
- ✓ Asal: Jakarta (Betawi)
PECEL
- ✓ Sayuran direbus
- ✓ Bumbu kacang lebih encer, tidak dimasak
- ✓ Pakai nasi/pecel lele, tanpa tahu tempe
- ✓ Bumbu disiram sebagai saus
- ✓ Asal: Jawa Timur / Madiun
KAREDOK
- ✓ Sayuran mentah segar
- ✓ Bumbu kacang kasar, diulek tradisional
- ✓ Pakai terasi, kencur sebagai bumbu
- ✓ Tanpa lontong, murni sayuran mentah
- ✓ Asal: Sunda (Jawa Barat)
TEMPAT GADO-GADO
LEGENDARIS

Gado-gado Bonbin
Cikini, Jakarta Pusat. Legenda sejak 1960-an, bumbu kacangnya tebal dan kaya rasa.

Gado-gado Taman Sari
Taman Sari, Jakarta Barat. Tempat makan legendaris di Jakarta Barat, favorit sejak era 60-an.

Gado-gado Boplo
Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Bumbu kacang yang pas dengan sentuhan modern.

Gado-gado Cemara
Tanah Abang, Jakarta Pusat. Gado-gado melegenda yang sudah hadir sejak 1947.
FAKTA
MENARIK
Diakui Dunia Internasional
CNN Travel memasukkan gado-gado dalam daftar "World's 50 Best Foods" pada 2018, menempatkannya di posisi ke-6.
Vegetarian Sejak Awal
Gado-gado adalah contoh sempurna hidangan vegetarian tradisional Indonesia yang sudah ada jauh sebelum tren vegan modern.
Variasi Tak Terbatas
Setiap penjual gado-gado punya resep bumbu kacang berbeda. Ada yang lebih manis, lebih pedas, lebih gurih — tidak ada dua yang sama persis.
Makanan Rakyat Jadi Ikon
Dari hidangan kelas bawah di kampung Betawi, gado-gado kini disajikan di hotel bintang lima dan restoran mewah internasional.
JELAJAHI LAINNYA
DARI KULINER BETAWI
Jakarta punya banyak kuliner legendaris lainnya yang tak kalah menggoda. Temukan panduan lengkapnya.